Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Dongeng Nusantara

Kisah Timun Emas dan Raksasa

Pada zaman dahulu, tinggallah seorang janda tua di sebuah desa yang terpencil. Namanya Mbok Sarni. Di rumah yang sederhananya, Mbok Sarni menghabiskan masa tuanya seorang diri. Ia belum dikaruniai seorang anak ketika suaminya masih ada. Mbok Sarni sebenarnya berharap mempunyai seorang anak, untuk mengusir rasa sepinya. Selain itu, ia juga mempunyai teman untuk membantu kerjanya. Suatu hari, Mbok Sarni kehabisan kayu bakar. Ia pun pergi ke sebuah hutan untuk mencari dan mengumpulkan kayu bakar. Di tengah-tengah perjalanannya, Mbok Sarni bertemu dengan sosok yang sangat besar, yakni raksasa. “Hai wanita tua! Kamu mau ke mana?” tanya si Raksasa kepada Mbok Sarni. “Aku hanya ingin mencari dan mengumpulkan kayu bakar. Tolong jangan ganggu aku,” jawab Mbok Sarni dengan rasa takut. “Wahahaha...., kamu boleh saja mencari dan mengumpulkan kayu bakar di hutan ini. Tapi kamu harus memberiku seorang anak.” “Bagaimana aku memberimu seorang anak? Aku belum dikaruniainya.” “Wohohoho...., ...

Dongeng Nusantara: Legenda Batu Menangis

Zaman dulu, di suatu daerah tinggal seorang janda miskin. Mak Dasah namanya. Ia tinggal di gubug sederhana pinggir hutan bersama anaknya, Jelita. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Mak Dasah bekerja di ladang yang sempit peninggalan dari sang suami. Sehari-harinya, Mak Dasah biasa mencari kayu bakar di hutan seusai berladang. Kayu-kayu bakar itu kemudian dijualnya ke penduduk kampung yang membutuhkan. Anak Mak Dasah yang bernama Jelita, memang sangat cantik. Namun sayangnya ia pemalas. Jelita, menghabiskan hari-harinya hanya untuk berdandan dan bercermin untuk mempercantik diri. Meski telah berkali-kali Mak Dasah mengingatkan agar dia mengubah kebiasaannya itu, namun Jelita tidak menuruti nasihat ibunya. Ia enggan membantu ibunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, Jelita juga mempunyai sifat yang manja. Apapun yang diinginkannya harus dituruti oleh Mak Dasah. Jika ibunya tidak menurutinya, Jelita akan marah. Meski begitu, Mak Dasah sangat menyayangi Jelita. Setiap har...

Cerita Rakyat Maluku Utara: Asal Mula Pulau-Pulau di Tobelo

Zaman dahulu, ada sebuah Kesultanan Ternate dipimpin oleh Imam Ja'far Nuh atau Sultan Ja'far. Ia adalah penguasa yang beristri sangat cantik tak tertandingi, bak bidadari dari Kahyangan. Pada suatu hari, Gajadean (adik permaisuri Sultan Ja'far) datang dari Kahyangan. Gajadean datang ke Istana untuk bersilaturahmi dengan kakaknya. Beberapa hari tinggal di istana Kesultanan Ternate dengan segala fasilitas yang ada, Gajadean merasa betah di situ. Hingga akhirnya, Gajadean memutuskan enggan kembali ke Kahyangan tempat tinggalnya. Mendapati sikap adik iparnya itu Sultan Jafar Nuh lantas berkehendak mengangkat Gajadean sebagai Sangaji, yakni seorang penguasa suatu wilayah yang berada di bawah kekuasaan kesultanan atau kerajaan. "Aku hendak mengangkatmu sebagai Sangaji di Tobelo. Engkau berhak menyandang gelar selaku sultan," kata Sultan Ja'far. "Terima kasih, Baginda Raja," jawab Gajadean dengan gembira. "Namun, ada syarat yang perlu engkau perhatikan...

Mentiko Betuah: Hadiah Ajaib dari Raja Ular

Pada zaman dulu, ada sebuah negeri bernama Semeulue. Negeri itu memiliki seorang raja yang kaya dan dermawan. Karena itu, raja pun disukai oleh rakyatnya. Akan tetapi, Raja itu belum mempunyai seorang anak meskipun sudah lama menikah. Padahal raja ingin sekali mempunyai seorang anak untuk mewarisi tahta kerajaan. Akhirnya, raja dan permaisuri pergi ke sebuah sungai yang airnya sangat. Di sana mereka berendam dan bernazar. Sungai itu tempatnya sangat jauh dan sunyi. Mereka pun membawa bekal yang cukup untuk menyusuri jalan-jalan setapak dan mendaki gunung. Setelah sampai di sungai yang dituju, sang raja dan permaisuri segera berendam dan bernazar selama sehari-semalam. Kemudian, pulang ke istana kembali. Sekian lama menunggu, kabar baik datang. Permaisuri telah mengandung. Sang raja pun sangat bahagianya. Sembilan bulan kemudian, permaisuri pun melahirkan seorang bayi laki-laki. Sang raja kemudian memberi nama Rohib. Raja pun kemudian menggelar acara syukuran atas kelahiran putranya. Ra...

Kisah Malin Kundang Anak Durhaka yang Dikutuk Menjadi Batu

Adik-adik saleh/salehah, kakak hari ini akan bercerita mengenai kisah anak durhaka. Kisah ini sudah ada sejak zaman dulu dan masih dikenang hingga saat ini. Berikut ceritanya, selamat membaca ya. Ilustrasi Pada zaman dulu, tinggallah seorang nelayan di pesisir pantai.  Mereka hidup bertiga dengan kondisi sangat miskin. Oleh karena itu, sang ayah memutuskan untuk pergi ke seberang merantau mencari rezeki tambahan. Setelah sang ayah pergi, si Malin dan ibunya kini tiggal berdua. Sekian lama mereka telah menunggu ayahnya pulang. Tapi tak kunjung terlihat kedatangannya. Ibu si Malin pun harus membanting tulang untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Si Malin sebenarnya termasuk anak yang cerdas tapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam lalu memukulnya dengan sapu. Suatu hari, ketika Malin Kundang sedang mengejar ayam, ia tersandung batu. Lengan kanannya pun terluka. Luka itu menjadi bekas dilengannya. Ketika beranjak dewasa, Malin Kundang merasa kasihan dengan ibunya karena banting ...