Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Al-Quran

Tiga Kota yang Dihancurkan Oleh Allah

Di dalam Alquran banyak dikisahkan kaum-kaum terdahulu yang dihancurkan Allah Swt. karena ingkar kepada-Nya. Sebelum menghancurkan kaum ingkar tersebut, Allah Swt. terlebih dahulu mengutus nabi dan rasul pilihannya guna mengingatkan dan mengajak mereka ke jalan yang benar. Namun, bukannya mengikuti ajaran tersebut, mereka justru menentang dan menantang ajaran nabi dan rasul yang diutus. Akibatnya, Allah menghancurkan mereka sehancur-hancurnya. Mereka antara lain adalah kaum ‘Ad di zaman Nabi Hud, kaum Tsamud di zaman Nabi Shalih, dan kaum Saba’. Padahal, pada masa itu, kaum-kaum tersebut memiliki kebudayaan dan seni yang tinggi. Ini bisa dilihat dari arsitektur bangunan, gedung, serta seni dan kebudayaannya. Hal tersebut terbukti dengan adanya penemuan para Arkeolog. Setelah melalui penelitian dan penggalian, kota-kota tempat kaum tersebut tinggal ditemukan. Penemuan tersebut kini menjadi bukti nyata apa yang disampaikan Allah Swt. di dalam Alquran adalah sebuah kebenaran. Manusia mode...

Buah Manis Kesabaran: Kisah Nabi Ya'qub As

Pada hari itu, Nabi Ya’qub mendapat kabar dari anak-anaknya bahwa Yusuf telah dimangsa oleh seekor serigala. Nabi Ya’qub terkejut mendengar cerita dari saudara tiri Yusuf itu. Padahal, Yusuf sebenarnya tidak dimangsa oleh seekor serigala, melainkan dibuang oleh saudara tirinya ke dalam sumur. Mereka iri dengan kasih sayang Nabi Ya’qub kepada Yusuf. Akan tetapi, saudara tiri Yusuf itu berbohong kepada ayahnya. Mereka membawa baju Yusuf dilumuri dengan darah domba. Nabi Ya’qub belum tahu bahwa itu darah domba.  Namun Setelah mendengar cerita anak-anaknya, Nabi Yusuf pun mengatakan, “Hanya bersabarlah yang terbaik bagiku dan kepada Allah aku memohon pertolongan-Nya atas apa yang kamu ceritakan.”   Kasih sayang yang besar terhadap Yusuf telah membawa duka bagi Nabi Ya’qub. Ia terus menerus dalam kesedihan yang mendalam. Pada akhirnya, mata Nabi Ya’qub buta karena telah banyak mengeluarkan air mata. Akan tetapi, Nabi Ya’qub terus berdoa dan berharap supaya bisa bertemu Yusuf kem...

Kisah Nabi Idris As

Nabi Idris dilahirkan di Kota Babylonia (Irak). Tapi, ada juga yang mengatakan kalau Nabi Idris lahir di Mesir. Ia merupakan keturunan keenam dari Nabi Adam. Ayahnya bernama Yarid bin Mihla’iel bin Qinan bin Anusy bin Syits bin Adam As. Ia diutus oleh Allah Swt. untuk berdakwah kepada kaum Bani Qabil dan Memphis.   Konon, nama kecil Nabi Idris adalah Khanukh. Karena sejak kecil senang belajar, ia kemudian diberi nama Idris. Sejak kecil, Nabi Idris menghabiskan banyak waktunya untuk membaca lembaran-lembaran mushaf yang ditinggalkan oleh moyangnya, yakni Nabi Adam dan Nabi Syits. Selain itu, ia juga mempelajari ilmu-ilmu lain seperti ilmu menulis (kaligrafi), ilmu perbintangan (astronomi), dan ilmu hitung (matematika).   Oleh karena itu, sejak kecil Nabi Idris sudah dikenal sebagai anak muda yang pandai dan cerdas. Selain itu, ia juga merupakan orang yang taat kepada Allah Swt. Ia percaya sepenuh hati bahwa Allah itu Esa, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Nah, sekarang buka d...

Kisah Nabi Adam As

Adam adalah nabi dan manusia pertama yang diciptakan Allah Swt. Ia dilahirkan tanpa ayah dan ibu. Lalu, bagaimana Nabi Adam diciptakan? Nah, sekarang buka dan baca Alquran kalian surat Al-Hijr ayat 26 ya. Dulu, Nabi Adam tinggal di dalam surga. Sebelum Nabi Adam diciptakan, Allah Swt. sudah menciptakan jin, iblis dan para malaikat. Jin dan iblis tercipta dari api. Sementara, para malaikat diciptakan dari cahaya. Mereka semua sama-sama berada di dalam surga.   Setelah Allah Swt. menciptakan Nabi Adam, kemudian Allah Swt. memerintahkan kepada para malaikat dan iblis untuk bersujud kepada Nabi Adam.   “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” begitulah perintah Allah Swt.   Semua para malaikat bersujud. Kecuali iblis.   “Aku tidak mau bersujud kepada Adam,” bantah iblis. “Aku lebih baik dari Adam. Dia diciptakan dari tanah. Sedangkan aku diciptakan dari api.” Begitu kata iblis dengan sombongnya. Karena menolak perintah Allah, iblis kemudian dilaknat.   “Aku tidak a...

Kisah Kejujuran Seorang Pemuda Penggembala Kambing

Pada zaman dahulu, ketika Sayyidina Umar bin Khattab sedang mengadakan perjalanan dari Madinah ke Mekkah. Di tengah perjalanan ia melihat seorang pemuda yang sedang menggembala kambing dalam jumlah yang sangat banyak.   Khalifah Umar lalu mendekati pemuda itu dan mengutarakan niatnya untuk membeli seekor kambing.   “Wahai anak muda! Bolehkah aku membeli seekor kambing yang sedang engkau gembala?” tanya Sayyidina Umar.   “Saya ini hanya seorang budak, Tuan. Saya tidak memiliki kewenangan untuk menjual kambing ini. Semua kambing ini milik majikan saya,” jawab si penggembala dengan jujur.   “Meskipun kambing ini milik majikanmu, kalau saya beli satu pasti majikanmu tidak akan tahu. Nanti kamu ceritakan kepadanya bahwa kambing yang kamu gembala dimakan macan satu ekor,” ujar Sayyidina Umar menguji kejujuran pemuda itu.   Mendengar ajakan itu, pemuda itu memandang Sayyidina Umar sejenak. Si pemuda itu pun berkata, “Apa yang tuan katakan memang benar. Jika kambin...

Seekor Semut dan Cacing Buta

Suatu ketika, Nabi Sulaiman sedang duduk beristirahat di pinggir danau. Di sana, ia melihat seekor semut membawa sebiji gandum ke tepi danau. Tiba-tiba muncul seekor katak dari dalam air dan kemudian membuka mulutnya. Semut itu pun masuk ke dalam mulut katak. Kemudian katak tersebut masuk ke dalam air kembali dengan waktu yang cukup lama.   Melihat peristiwa tersebut, Nabi Sulaiman memikirkannya. Beberapa saat kemudian, katak tersebut muncul ke permukaan dan kembali membuka mulutnya. Semut yang berada di mulut katak lantas keluar. Namun sudah tidak membawa sebiji gandum lagi.   Nabi Sulaiman yang diberi kemukjizatan oleh Allah dapat berbicara dengan binatang, lantas memanggil semut tersebut.   “Hai semut! Apa yang sedang engkau lakukan bersama katak barusan?”   “Wahai Nabi! Sesungguhnya di dasar danau ini terdapat seekor cacing buta yang tinggal di dalam cekungan batu,” jawab semut.   Semut lantas melanjutkan, “Cacing tersebut tidak bisa keluar dari cekunga...