Langsung ke konten utama

Kisah Nabi Adam As

Adam adalah nabi dan manusia pertama yang diciptakan Allah Swt. Ia dilahirkan tanpa ayah dan ibu. Lalu, bagaimana Nabi Adam diciptakan? Nah, sekarang buka dan baca Alquran kalian surat Al-Hijr ayat 26 ya.

Dulu, Nabi Adam tinggal di dalam surga. Sebelum Nabi Adam diciptakan, Allah Swt. sudah menciptakan jin, iblis dan para malaikat. Jin dan iblis tercipta dari api. Sementara, para malaikat diciptakan dari cahaya. Mereka semua sama-sama berada di dalam surga.
 

Setelah Allah Swt. menciptakan Nabi Adam, kemudian Allah Swt. memerintahkan kepada para malaikat dan iblis untuk bersujud kepada Nabi Adam.
 

“Sujudlah kamu semua kepada Adam,” begitulah perintah Allah Swt.
 

Semua para malaikat bersujud. Kecuali iblis.
 

“Aku tidak mau bersujud kepada Adam,” bantah iblis. “Aku lebih baik dari Adam. Dia diciptakan dari tanah. Sedangkan aku diciptakan dari api.” Begitu kata iblis dengan sombongnya. Karena menolak perintah Allah, iblis kemudian dilaknat.
 

“Aku tidak apa-apa sekalipun dilaknat. Tapi berilah aku waktu agar tidak dilaknat hari ini sampai nanti datangnya hari kiamat,” pinta iblis.
 

“Baiklah. Kau akan diberi waktu,” begitu jawab Allah kepada iblis.
 

Allah memerintahkan para malaikat dan iblis untuk sujud atau menghormati Nabi Adam karena manusia adalah makhluk yang mulia, yang diberi akal pikiran. Dengan akal pikirannya, manusia bisa mengetahui rahasia nama-nama (ilmu) Allah. Dengan akalnya itu pula manusia dipersiapkan untuk menjadi makhluk yang bisa mengolah bumi.
 

Itulah salah satu tanda kemuliaan Nabi Adam, nenek moyang umat manusia seluruhnya.
Di dalam surga, Nabi Adam tidak sendirian. Tetapi ditemani oleh istrinya yang bernama Hawa. Oleh Allah, Nabi Adam dan Hawa diperbolehkan makan apa saja yang dia suka di dalam surga.
 

Ilustrasi
“Hai, Adam! Kamu dan istrimu tinggallah di dalam surga,” begitu kata Allah. “Kamu boleh makan apa saja yang kamu sukai. Tapi ingat! Kamu tidak boleh mendekati pohon ini. Apalagi memakan buahnya.”

Nabi Adam awalnya tidak mau mendekati pohon tersebut. Tapi karena selalu digoda dan dirayu oleh setan, Nabi Adam dan Hawa akhirnya tergoda. Keduanya malah makan buah-buahan dari pohon larangan itu.

Karena Nabi Adam dan Hawa memakan buah-buahan dari pohon larangan itu, Allah Swt. akhirnya menghukum Adam dan Hawa. Mereka berdua dikeluarkan dari dalam surga.
 

“Bukankah Aku telah melarang kamu mendekati pohon itu dan memakan buahnya? Bukankah Aku sudah mengingatkan kamu kalau setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu? Karena kalian berdua sudah melanggar larangan-Ku, sekarang turunlah (keluarlah) kalian berdua dari dalam surga,” begitulah hukuman Allah kepada Adam dan Hawa. Sejak saat itulah Adam dan Hawa ditempatkan di bumi. Tidak lagi di surga. Dan sejak itu pula setan terus berusaha menggelincirkan manusia dari jalan Allah.
 

Setelah Adam dan Hawa dikeluarkan dari dalam surga, mereka berdua pun akhirnya merasa menyesal.
 

“Ya, Allah! Kami menyesal karena telah mendekati dan memakan buah dari pohon larangan itu. Ampunilah kami,” begitulah ratap Nabi Adam dan Hawa. Mereka memohon ampun kepada Allah.
 

Karena Adam dan Hawa benar-benar menyesal atas kesalahan yang mereka lakukan, dan bersungguh-sungguh memohon ampun kepada Allah, akhirnya Allah mengampuni mereka.
 

“Aku menerima tobatmu,” begitu kata Allah Swt.
 

Sekali pun Allah Swt. menerima tobat Nabi Adam dan Hawa, tetapi mereka berdua tetap tinggal di bumi. Dari mereka berdua kelak lahir manusia yang tersebar di seluruh dunia. Termasuk kalian sendiri. Jadi, kita semua ini adalah keturunan dari Nabi Adam dan Hawa.
 

Nah adik-adik, pelajaran penting yang bisa kalian ambil dari kisah Nabi Adam dan Hawa adalah:

Pertama, lewat kisah Nabi Adam dan Hawa ini kita jadi tahu bahwa manusia pertama yang diciptakan Allah Swt. adalah Nabi Adam, kemudian Hawa.
 

Kedua, kita juga jadi tahu, bahwa tempat pertama Nabi Adam dan Hawa bukan di bumi. Tapi di dalam surga.
 

Ketiga, Nabi Adam dan Hawa adalah nenek moyang manusia yang diciptakan Allah dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam. Sedangkan setan diciptakan dari api dan malaikat diciptakan dari cahaya.
 

Keempat, manusia adalah makhluk yang mulia karena dikaruniai hati dan akal pikiran. Dengan akal pikirannya, manusia bisa mengetahui ilmu-ilmu Allah Swt.
 

Kelima, melalui kisah Nabi Adam dan Hawa kita juga jadi tahu bahwa setan adalah musuh manusia. Setan akan selalu menjerumuskan manusia dari jalan yang benar. Jadi, hati-hatilah kepadanya dengan banyak memohon perlindungan Allah Swt.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Nabi Syu’aib As dan Kaum Madyan

Nabi Syu’aib diutus oleh Allah Swt. untuk berdakwah di negeri Madyan. Penduduk Madyan adalah orang-orang yang menyembah berhala. Mereka membuat banyak patung-patung dan kemudian disembah. Selain itu, kaum Madyan adalah orang-orang yang sangat kaya. Tetapi mereka mendapatkan kekayaannya dengan cara menipu. Kalau mereka menimbang barang yang diperjual-belikan, mereka selalu mengurangi takarannya sehingga orang lain menjadi rugi. Karena itu, Allah Swt. kemudian mengutus Nabi Syu’aib untuk mengingatkan kaumnya, kaum Madyan yang melanggar itu. “Wahai kaumku! Kenapa kamu menyembah patung-patung yang banyak itu. Apa mereka bisa membantu kalian?” tanya Nabi Syu’aib. “Patung-patung itu adalah tuhan kami. Mereka yang telah membantu kami, memberi kami rezeki yang banyak sehingga kami menjadi kaya seperti ini,” jawab mereka. “Kalian salah. Kalian telah tersesat. Coba lihat patung-patung yang kalian sembah itu. Jangankan membantu kalian, mengurus diri sendiri saja mereka tidak mampu. Maka...

Al-Farabi: Ilmuwan dan Filsuf Islam Terkemuka

Kalian pernah mendengar nama Al-Farabi belum? Sekarang kakak akan bercerita tentang beliau. Tolong di simak ya: Al-Farabi merupakan seorang ilmuwan muslim terkemuka. Ia memiliki seorang ayah berdarah Persia dan ibu berdarah Turki. Nama aslinya yaitu Abu Nasir Muhammad bin al-Farakh al-Farabi. Selain itu, nama lain yang dikenal oleh orang Barat ialah Alpharabius atau Farabi. Al-Farabi dulu suka mempelajari Al-Quran, tata bahasa, kesusasteraan, ilmu-ilmu agama, dan aritmatika dasar. Di bukhara, ia juga belajar tentang musik. Kemudian mengembara ke Baghdad selama 10 tahun untuk menuntut ilmu. Setelah dari Baghdad, ia mengembara lagi ke Kota Harran - Syiria sebelah utara. Pada waktu itu, di sana menjadi pusat kebudayaan Yunani. Al-Farabi di sana belajar tentang filsafat. Setelah itu, ia pergi ke Damaskus. Pada usia 80 tahun ia wafat. Buah Pemikiran Al-Farabi Al-Farabi dikenal sebagai salah satu pemikir terkemuka abad pertengahan. Ketika masih hidup, Al-Farabi menghabiskan waktunya untuk me...

Seekor Semut dan Cacing Buta

Suatu ketika, Nabi Sulaiman sedang duduk beristirahat di pinggir danau. Di sana, ia melihat seekor semut membawa sebiji gandum ke tepi danau. Tiba-tiba muncul seekor katak dari dalam air dan kemudian membuka mulutnya. Semut itu pun masuk ke dalam mulut katak. Kemudian katak tersebut masuk ke dalam air kembali dengan waktu yang cukup lama.   Melihat peristiwa tersebut, Nabi Sulaiman memikirkannya. Beberapa saat kemudian, katak tersebut muncul ke permukaan dan kembali membuka mulutnya. Semut yang berada di mulut katak lantas keluar. Namun sudah tidak membawa sebiji gandum lagi.   Nabi Sulaiman yang diberi kemukjizatan oleh Allah dapat berbicara dengan binatang, lantas memanggil semut tersebut.   “Hai semut! Apa yang sedang engkau lakukan bersama katak barusan?”   “Wahai Nabi! Sesungguhnya di dasar danau ini terdapat seekor cacing buta yang tinggal di dalam cekungan batu,” jawab semut.   Semut lantas melanjutkan, “Cacing tersebut tidak bisa keluar dari cekunga...

Kisah Sunan Muria dan Dewi Roroyono

Sunan Muria adalah putra Sunan Kalijaga. Ia lahir di sebuah daerah dekat lereng Gunung Muria, utara kota Kudus. Nama kecilnya adalah Raden Prawoto. Sunan Muria banyak belajar ilmu agama kepada ayahnya. Setelah banyak menimba ilmu, Sunan Muria kemudian ditugaskan oleh ayahnya untuk berdakwah mengajarkan agama Islam di daerah Jepara, Tayu, Juana, Kudus dan Pati.   Sunan Muria lebih senang tinggal di daerah terpencil. Dia adalah orang yang ramah dan gampang bergaul dengan masyarakat. Sunan Muria tidak hanya pandai ilmu agama. Dia juga pandai bercocok tanam, berdagang dan melaut. Banyak warga yang diajari cara bertanam, berdagang dan juga melaut oleh beliau, di samping juga diajari ilmu agama.   Konon, Sunan Muria berguru kepada Sunan Ngerang. Pada suatu waktu, Sunan Muria diundang menghadiri acara syukuran ulang tahun puteri gurunya yang bernama Dewi Roroyono. Setelah para tamu berkumpul, Sunan Ngerang memerintahkan puterinya itu keluar menghidangkan makanan. Orang yang hadir s...

Kota Islam di Dunia: Kairo Mesir

Foto Kota Tua Kairo Mesir Kairo ( Al-Qahirah ) dibangun oleh Zauhar As-Shaqly dari Sisilia, Italia. Ia merupakan Komandan Dinasti Fatimiyah dari Kairawan (sekarang menjadi Tunisia). Pada tahun 968 Masehi, Zauhar berhasil merebut Mesir dari Dinasti Ikhsidiyah dan memindahkan ibukota Mesir ke Kairo, sekaligus menjadikannya sebagai ibukota Kekhalifahan Syiah, Fatimiyah. Kata “ Qahirah ” artinya kemenangan. Jadi Kairo adalah kota kemenangan. Saat itu Kairo memiliki tiga pintu gerbang yaitu Bab Zawilah, Bab Anashr, dan Bab Al-Futuh. Setelah Pemerintahan Zauhar, kairo memiliki dua istana. Istana pertama, Istana Timur sebagai tempat tinggal khalifah. Istana yang kedua yaitu Istana Barat yang berfungsi sebagai kantor khalifah dan penyelenggara negara. Zauhar juga membangun masjid, yang dikenal dengan Masjid Al-Azhar. Masjid ini dulu difungsikan sebagai universitas dan pusat pengajaran syiah. Setelah Khilafah Fatimiyah runtuh, selanjutnya Mesir dipimpin oleh Dinasti Ayubbiyah. Sejak saat it...