Langsung ke konten utama

Nasihat Rasulullah Saat Kita Makan

Ilustrasi
Agama Islam merupakan agama yang sempurna. Ia mempunyai aturan yang jelas dalam hal apapun, termasuk soal urusan makan. Rasulullah memberi nasihat kepada umatnya untuk membaca Bismillah sebelum kita makan. Kemudian menggunakan tangan kanan saat kita makan dan mengambil makanan yang ada di dekat kita.

Membaca Bismillah sebelum makan menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah Swt. Karena telah memberi nikmat berupa makanan.

Sementara makan dengan tangan kiri merupakan perbuatan setan. Oleh karena itu, kita harus menghindarinya. Kita tentu tidak mau disamakan dengan setan. Maka, jangan lupa saat kita makan harus menggunakan tangan kanan ya.

Ketika kita sedang makan bersama keluarga, biasanya terhidang banyak makanan di meja. Nah, adik-adik, sebaiknya kita tidak mengambil makanan yang terlalu jauh dari tempat duduk kita. Karena perbuatan itu kurang sopan. 

Hal ini sebagaimana sabda Beliau saw, yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, "Hai anak-anak! Bacalah Bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah yang ada di dekatmu."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Kejujuran Seorang Pemuda Penggembala Kambing

Pada zaman dahulu, ketika Sayyidina Umar bin Khattab sedang mengadakan perjalanan dari Madinah ke Mekkah. Di tengah perjalanan ia melihat seorang pemuda yang sedang menggembala kambing dalam jumlah yang sangat banyak.   Khalifah Umar lalu mendekati pemuda itu dan mengutarakan niatnya untuk membeli seekor kambing.   “Wahai anak muda! Bolehkah aku membeli seekor kambing yang sedang engkau gembala?” tanya Sayyidina Umar.   “Saya ini hanya seorang budak, Tuan. Saya tidak memiliki kewenangan untuk menjual kambing ini. Semua kambing ini milik majikan saya,” jawab si penggembala dengan jujur.   “Meskipun kambing ini milik majikanmu, kalau saya beli satu pasti majikanmu tidak akan tahu. Nanti kamu ceritakan kepadanya bahwa kambing yang kamu gembala dimakan macan satu ekor,” ujar Sayyidina Umar menguji kejujuran pemuda itu.   Mendengar ajakan itu, pemuda itu memandang Sayyidina Umar sejenak. Si pemuda itu pun berkata, “Apa yang tuan katakan memang benar. Jika kambin...

Seekor Semut dan Cacing Buta

Suatu ketika, Nabi Sulaiman sedang duduk beristirahat di pinggir danau. Di sana, ia melihat seekor semut membawa sebiji gandum ke tepi danau. Tiba-tiba muncul seekor katak dari dalam air dan kemudian membuka mulutnya. Semut itu pun masuk ke dalam mulut katak. Kemudian katak tersebut masuk ke dalam air kembali dengan waktu yang cukup lama.   Melihat peristiwa tersebut, Nabi Sulaiman memikirkannya. Beberapa saat kemudian, katak tersebut muncul ke permukaan dan kembali membuka mulutnya. Semut yang berada di mulut katak lantas keluar. Namun sudah tidak membawa sebiji gandum lagi.   Nabi Sulaiman yang diberi kemukjizatan oleh Allah dapat berbicara dengan binatang, lantas memanggil semut tersebut.   “Hai semut! Apa yang sedang engkau lakukan bersama katak barusan?”   “Wahai Nabi! Sesungguhnya di dasar danau ini terdapat seekor cacing buta yang tinggal di dalam cekungan batu,” jawab semut.   Semut lantas melanjutkan, “Cacing tersebut tidak bisa keluar dari cekunga...

Al-Farabi: Ilmuwan dan Filsuf Islam Terkemuka

Kalian pernah mendengar nama Al-Farabi belum? Sekarang kakak akan bercerita tentang beliau. Tolong di simak ya: Al-Farabi merupakan seorang ilmuwan muslim terkemuka. Ia memiliki seorang ayah berdarah Persia dan ibu berdarah Turki. Nama aslinya yaitu Abu Nasir Muhammad bin al-Farakh al-Farabi. Selain itu, nama lain yang dikenal oleh orang Barat ialah Alpharabius atau Farabi. Al-Farabi dulu suka mempelajari Al-Quran, tata bahasa, kesusasteraan, ilmu-ilmu agama, dan aritmatika dasar. Di bukhara, ia juga belajar tentang musik. Kemudian mengembara ke Baghdad selama 10 tahun untuk menuntut ilmu. Setelah dari Baghdad, ia mengembara lagi ke Kota Harran - Syiria sebelah utara. Pada waktu itu, di sana menjadi pusat kebudayaan Yunani. Al-Farabi di sana belajar tentang filsafat. Setelah itu, ia pergi ke Damaskus. Pada usia 80 tahun ia wafat. Buah Pemikiran Al-Farabi Al-Farabi dikenal sebagai salah satu pemikir terkemuka abad pertengahan. Ketika masih hidup, Al-Farabi menghabiskan waktunya untuk me...

Kisah Sunan Giri dan Begawan Minto Semeru

Sunan Giri merupakan putra Maulana Ishak. Dia juga keponakan Maulana Malik Ibrahim. Nama kecil Sunan Giri adalah Raden Paku atau Muhammad Ainul Yaqin. Sunan Giri lahir di Blambangan (Banyuwangi) pada tahun 1442 Masehi. Sejak kecil Sunan Giri belajar kepada Sunan Ampel. Setelah menimba banyak ilmu, Sunan Giri ditugaskan untuk menyebarkan agama Islam. Sunan Giri kemudian mendirikan pesantren di sebuah daerah perbukitan yang ada di desa Sidomukti, Selatan Gresik. Dalam bahasa Jawa, bukit itu disebut ‘Giri’. Itulah sebabnya Raden Paku atau Muhammad Ainul Yaqin dijuluki Sunan Giri. Sunan Giri tidak hanya pandai. Tapi beliau juga memiliki karomah (kekuatan) yang diberikan langsung oleh Allah kepadanya. Konon, setelah mendirikan pesantren, nama Sunan Giri semakin terkenal. Nama Sunan Giri juga didengar oleh Begawan Minto Semeru yang mempunyai Padepokan. Di padepokan itulah Begawan Minto Semeru melatih murid-muridnya dengan ilmu kesaktian. “Aku tidak mau ada menyaingiku. Aku akan pergi m...

Yuk, Mengenal Kota Suci Mekkah

Siapa yang tidak mengenal Kota Mekkah. Pasti teman-teman dan seluruh umat Islam di dunia pernah mendengar kota ini. Mekkah merupakan kota di jantung Kerajaan Arab Saudi. Kota Mekkah merupakan tujuan utama bagi kaum muslim untuk menunaikan salah satu rukun Islam, yaitu ibadah haji. Pada saat musim haji tiba, jutaan umat Islam dari berbagai negara tumpah ruah berkumpul di Kota Mekkah ini.   Kota Mekkah terletak 600 kilometer sebelah selatan Kota Madinah, yang berada pada 200 kilometer sebelah timur laut Kota Jedah. Kota Mekkah merupakan lembah yang sempit, dikelilingi gunung-gunung dengan bangunan Kakbah sebagai pusatnya. Ada dua gunung yang mengelilingi Kota Makkah, yakni Gunung Abu Qubais dan Gunung Qa’qa’an.   Mekkah dijuluki dengan al-Mukarramah , karena Mekkah adalah kota yang dimuliakan oleh Allah Swt. karena di kota ini Allah Swt. memerintahkan Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As untuk mendirikan Baitullah (Kakbah) di Masjidil Haram.   Bangunan Kakbah inilah yang k...